Gubuk Nenek
Tok, tok, tok, bunyi seorang sedang
mengetuk pintu gubuk tua di tepi sungai. Namun tak ada yang keluar. Dan tak ada
yang tahu siapa pemilik gubuk itu. Gubuk reot yang tak layak huni.
Meski pun tak kunjung ada yang membuka
pintu, wanita berbaju hitam itu masih tetap mengetuk pintu. Ia berharap orang
yang ia tunggu akan membuka pintu itu.
“permisi, ada orang di dalam?”
“saya
ingin berbica sebentar saja”
“tolong
bukakan pintunya.” kata wanita itu sambil tetap mengetuk pintu.
Bahkan ucapan itu terus diulang-ulang
namun tetap tak kunjung ada jawaban.
Sampai akhirnya tetua desa datang. Dan
mengatakan bahwa nenek yang tinggal di gubuk itu sudah meninggal akibat gempa
yang menggunjang desa tiga tahun silam.
Sontak saja wanita itu terkejut dan
menangis. Tak percaya bahwa orang yang akan dia jemput sudah dijemput terlebih
dahulu oleh tuhan.